FIVE VALUES

Article Image

Bismillaah,

                         FIVE VALUES

Saat ini, dunia pendidikan kita sedang melakukan transformasi diri, dengan melakukan berbagai strategi. Bukan hanya ganti nama, tapi ganti paradigma dalam kebijakannya. 

Tidak tanggung-tanggung dalam bulan Januari 2026 ini saja, Kemendidasmen sudah mengeluarkan enam kebijakannya. Salah satunya tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman. 

Pesan moralnya adalah, sekolah tidak hanya fokus pada capaian akademik saja, tetapi yang lebih penting membangun budaya yang aman dan nyaman di sekolah. Labih spesifik lagi, sekolah harus berfungsi sebagai ‘Triber School’, dengan tiga pilarnya, berkualitas, bersih, dan berkarakter. 

Apa maksud tiga pilar tersebut? Berkualitas, memfasiltasi murid untuk mencapai prestasi akademik dan non-akademik sesuai potensinya. Bersih, menumbuhkan sikap peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Berkarakter, menyiapkan mereka untuk menjadi warga dunia yang berkeadaban. 

Dari tiga pilar itu, tulisan ini membatasi pada pilar yang ketiga, yaitu menyiapkan mereka untuk menjadi warga dunia yang berkeadaban. Mengapa demikian? Pertama, kata Ali bin Abi Thalib RA., “Ajarkan adab kepada anak-anakmu. Karena mereka akan hidup bukan pada zaman kamu hidup.”

Kedua, Al-Qur’an lebih menegaskan lagi, “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memiliki adab (akhlak) yang mulia.” (QS. 68: 4). Dan ketiga, Rasulullah SAW. berpesan, “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik adabnya.” 
(HR. Tirmidzi).

Dari uraian di atas, menegaskan betapa pentingnya membekali anak-anak kita dengan adab (akhlak) yang baik. Karena mereka akan menghadapi kehidupan yang penuh kompetisi nanti. Tanpa bekal adab yang baik, mustahil mereka akan mampu hadir menjadi warga dunia yang berkeadaban.  
 
Kekinian, para orang tua Muslim terdidik (Well-educated Muslim parents), dalam memilih sekolah untuk buah hatinya, tidak hanya karena sekolah tersebut unggul prestasi akademiknya, menggunakan bilingual teaching and learning, sarana dan prasarananya lengkap, guru-gurunya kompeten, atau biayanya mahal. Tapi lebih dari itu, apakah sekolah tersebut menomor-satukan adab, akhlak, moral, atau karakter untuk bekal hidup anak-anak mereka, yang akan menjadi warga dunia yang berkeadaban pada zamannya?.

Untuk menjawab hal tersebut, minimal nilai-nilai berikut ini yang yang harus disiapkan.

Pertama, memiliki sikap jujur, baik dalam pikiran, ucapan maupun tindakan dalam kesehariannya (Integrity Attitude). Kedua, menjadi generasi Muslim yang memiliki karakter moral Islami dan prestasi akademik yang membanggakan bagi banyak orang (First in Islamic moral and academic achievement).

Ketiga, senantiasa memelihara komunikasi (tali shilaturahmi) dan kolaborasi terbaik, baik  dalam komunitas keluarga, sekolah, organisasi, atau masyarakat luas (Build and maintain the friendships). Keempat, menjadi insan kreatif dalam berbagai hal dan banyak melahirkan inovasi baru yang bermanfaat bagi banyak orang (Creative and innovative).

Kelima, memiliki kepekaan sosial (ihtimam li ghairihi) dan kontribusi positif dalam berbagai hal, khususnya bagi orang-orang yang hidupnya kurang beruntung (Care and positive contribution to the unlucky people).
   
Mengapa nilai kejujuran menempati urutan pertama? Tidak dapat disangkal lagi, bahwa hari ini tingkat penyalahgunaan wewenang (abuse of power), seperti korupsi di negeri ini justru kebanyakan dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi, pejabat, rektor, kepala sekolah, petinggi partai, penguasa, pengusaha, bahkan tokoh agama. Sangat miris sekali, mereka benar-benar tidak beradab dan berkeadaban. 

Singkatnya, para orang tua Muslim yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, lebih memilih anak-anaknya kelak beradab, ketimbang biadab. Lebih memilih anak-anaknya berakhlak, ketimbang berkhianat. Lebih memilih anak-anaknya bermoral, ketimbang amoral. Dan lebih memilih anak-anaknya berkarakter, ketimbang keminter.        

Bagi para penyelenggara pendidikan swasta Islam, inilah lima nilai (Five values), yang sedang dicari dan diminati oleh para orang tua Muslim terdidik saat ini. Jika tidak, mungkin sekolah kita akan ditinggalkan mereka.   

Simpulan

Dengan membekali anak-anak kita, minimal dengan lima nilai di atas, sesungguhnya kita sedang menyiapkan mereka untuk menjadi warga dunia yang berkeadaban pada zamannya, meski sangat kompetitif.
Wallahul Musta’an …

Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 4 Sya’ban 1447 H./23 Januari 2026 M. Pukul 05.25 WIB.

#smartschool
#sekolahislamterbaik