Seminar Anti Bullying

Article Image

Seminar Anti Bullying

SMP Islam PB Soedirman 2 Bekasi

 

Pada hari Senin, 15 Desember 2025, SMP Islam PB. Soedirman 2 Bekasi melaksanakan kegiatan Seminar Anti-Bullying dengan tema “Aman Bersekolah: Bangun Empati, Hapus Perundungan” yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 7, 8, dan 9. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan serta mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bebas kekerasan. Seminar berlangsung di aula sekolah dan menghadirkan dua narasumber ahli yang memberikan sudut pandang psikologis, sosial, dan hukum terkait isu bullying.

 

Sesi 1 – “Stop Bullying, Start Caring” (07.30 – 09.00 WIB)

Sesi pertama dibawakan oleh Bapak Novrian, S.Sos., M.IKom, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi. Dalam sesi ini, beliau menjelaskan pengenalan KPAD Bekasi beserta perannya dalam melindungi hak anak. Selanjutnya, siswa diberi pemahaman tentang arti bullying, jenis-jenis perundungan—mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying—dan contoh nyata yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Bapak Novrian juga menguraikan dampak bullying, baik bagi korban maupun pelaku, termasuk gangguan emosional, akademik, hingga sosial. Beliau menekankan pentingnya peran saksi dalam mencegah terjadinya perundungan, serta memberikan strategi yang dapat dilakukan oleh korban dan saksi untuk mencari pertolongan. Sesi pertama berlangsung interaktif, penuh diskusi, dan membuka wawasan siswa mengenai pentingnya menghentikan perundungan sejak dini.

 

Sesi 2 – “Stop the Hurt, Start the Healing” (09.00 – 10.30 WIB)

Sesi kedua dipandu oleh Bapak Iptu Parji, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Beliau menjelaskan tugas dan fungsi unit PPA, terutama dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak. Siswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun kekerasan berbasis digital yang semakin marak. Dalam pemaparannya, Bapak Iptu Parji menyampaikan data kasus bullying di Bekasi dan beberapa contoh kasus nyata untuk memberikan gambaran bahwa perundungan memiliki konsekuensi hukum yang serius. Narasumber juga menjelaskan prosedur pelaporan serta langkah penanganan jika terjadi kekerasan atau perundungan. Dengan bahasa yang jelas dan lugas, sesi ini memberikan pemahaman penting bahwa bullying bukan sekadar kenakalan, tetapi tindakan yang dapat berakibat pada sanksi hukum. Siswa pun semakin memahami pentingnya menjauhi perilaku tersebut.

 

Kegiatan seminar ditutup dengan penuh makna melalui penandatanganan Deklarasi Anti Perundungan oleh seluruh siswa SMP Islam PB. Soedirman 2 Bekasi. Setiap siswa membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen pribadi untuk menolak segala bentuk bullying, saling melindungi, dan berani melapor apabila melihat tindakan perundungan. Suasana penandatanganan berlangsung khidmat dan penuh kesadaran moral. Dengan adanya deklarasi ini, sekolah berharap terbentuk budaya positif di mana seluruh warga sekolah saling menghargai, peduli, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi semua. Seminar ini menjadi langkah konkret dalam upaya membangun generasi yang berkarakter, berempati, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosialnya.


#smartschool

#sekolahislamterbaik