FORTY YEARS

Article Image

Bismillaah

                         FORTY YEARS

Jangan tertipu dengan gemerlap dunia, hingga melupakan kematian. Karena merasa fisik masih sehat, akal pikiran belum menua, dan masih aktif beraktivitas keseharian.

Kematian itu tidak pernah menunggu usia tua. Atau ketika sedang terbaring di ruang ICU, atau ketika berjalan memakai tongkat. “Setiap saat, kematian pasti datang. Tidak bisa dimajukan, atau diundurkan sesaatpun.” (QS. 7:34). 
  
Di sisi lain, hidup ini sesungguhnya baru dimulai setelah usia mencapai 40 tahun. _Life begins at forty._ Sebuah bentuk nasehat dan motivasi bagi yang sudah memasuki usia kepala empat. Dan hidup yang sesungguhnya hanya diprioritaskan untuk mencari dan menggapai ridha Allah. Mengapa begitu istimewanya usia 40 tahun itu?

Karena Allah menyebutnya secara khusus dalam Al-Qur’an, “…, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". 
(QS. 46:15).

Sampai-sampai syarat minimal usia 40 tahun untuk menjadi calon presiden dan wakilnya di Indonesia, itu diadopsi dari Al-Qur’an Surat Al-Ahqaf ayat 15. Meski belakangan dianulir oleh MK, demi memuaskan syahwat _duniawi_ mantan pejabat di negeri antah berantah ini.

Dan rata-rata para Nabi dan Rasul diangkat menjadi utusan Allah di usia tersebut, kecuali Nabi Isa dan Nabi Yahya. Menurut ilmu psikologi, usia 40 adalah usia kedewasaan dan kematangan seseorang dalam berpikir, berbicara, bertindak dan bersikap. Juga kematangan seseorang dalam sosial, emosional, intelektual, dan spiritualnya secara berimbang. 

Usia 40 tahun ini sedang berada di persimpangan jalan, yang ujungnya bisa surga atau neraka. Di usia ini, menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki diri, bukan semakin berambisi mengejar dunia, dan tenggelam dalam hal-hal yang tidak bermanfaat. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda, “Umur umatku adalah antara 60 hingga 70 tahun, dan hanya sedikit yang umurnya lebih dari itu.” 
(HR. Ibnu Majah). 

Imam Malik RA., pernah berkata, “Aku mendapati para ulama di berbagai negeri, mereka sibuk dengan aktivitas dunia dan pergaulan dengan sesama manusia. Namun, ketika mereka sampai di usia 40 tahun, mereka pun menjauh dari manusia.”

Abdullah bin Dawud, juga berkata, “Kaum Salaf, apabila di antara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih, dan beristigfar. Lalu mereka mengejar segala ketertinggalan pada usia sebelumnya dengan amal-amal shaleh di hari sesudahnya.” 

Labih jauh dan tegas lagi, Ibnul Jauzi pernah menasehati kita, “Siapa saja yang telah mencapai usia 40 tahun, tapi amal kebaikannya belum mengalahkan keburukannya, maka hendaknya ia bersiap-siap masuk ke neraka.” Jadi, suapa yang di umur 40 masih doyan bermaksiat, seperti zina, mabuk, begal, korupsi, nipu rakyat, munafik, dan zhalim, semua itu akan menjadi candu baginya sampai mati, kecuali jika Allah SWT merahmatinya. 
 
Ketika seseorang belum mau bertobat dan terus menumpuk dosa, maka dampak dari dosa tersebut akan segera dia rasakan, cepat atau lambat. Ibnul Qayyim berkata, “Janganlah tertipu ketika engkau tidak melihat efek dosa pada saat engkau melakukannya. Terkadang efek dosa tersebut engkau rasakan setelah 40 tahun.”

Ada sebuah fakta psikologi dengan angka 18-40-60. Apa maksudnya? _Pertama,_ ketika seseorang berusia 18 tahun, ia akan mencemaskan pendapat semua orang tentang dirinya. _Kedua,_ ketika seseorang berusia 40 tahun, ia tidak peduli dengan pendapat orang lain tentang dirinya. Dan _ketiga,_ ketika seseorang berusia 60 tahun, ia akan tersadar bahwa tidak ada orang yang pernah memikirkan dirinya.

Meski, kedewasaan seseorang menurut Al-Qur’an ada pada usia 40 tahun. Tapi dewasa tidak selamanya terikat dengan angka-angka. Dewasa lebih ditunjukkan melalui empat hal, moral, spiritual, intelektual, dan sosial. Demikian ucap pakar pendidikan Islam.

Terakhir, amalan yang sangat dikhususkan bagi yang sudah berusia 40 tahun _(Forty years),_ adalah memperbanyak syukur kepada Allah, meningkatkan kualitas amal shaleh, mendo’akan kebaikan untuk anak dan keturunan, memperbanyak _taubatan nashuha,_ dan mengurangi ketergantungan pada dunia, lebih fokus untuk urusan akhirat. 

Simpulan,

Usia 40 tahun bukan sekedar hitungan angka-angka. Tetapi lebih menjadi momentum refleksi diri untuk menghimpun berbagai kebaikan hidup, dan lebih fokus untuk urusan akhirat. 
Fastabiqul khairat 

Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 23 Jumadil Awal 1447 H./14 Nopember 2025 M. Pukul 05.00 WIB.

#sekolahislamterbaik
#smartschool