FOCUS ON YOUR FUTURE

Article Image

Bismillaah,

             FOCUS ON YOUR FUTURE

Fokus saja dengan apa yang ada di depan, jangan lihat masa lalu, dan jangan terlalu khawatir dengan masa depan. Akhirnya, hidup ini semakin bertambah produktif.

Fokus dengan apa yang ada di depan (Focus on your future), membelajarkan kita untuk hidup di saat ini, untuk menata langkah hari ini, dan untuk memperbaiki diri di detik ini. 

Mengapa demikian? Karena masa lalu adalah pelajaran, masa depan adalah harapan, tapi hari ini adalah kenyataan. Tempat di mana amal kita ditanam, tempat di mana do’a kita dipanjatkan, dan tempat di mana perubahan hidup dimulai.

Ada dua masa depan manusia, di dunia dan akhirat. Dunia adalah negeri untuk beramal. Sedangkan akhirat adalah negeri untuk menerima balasan. Siapapun yang tidak beramal di sini (dunia), Maka pasti akan menyesal di sana (akhirat). (QS. 99:7-8). 

Di sisi lain, berapa banyak energi yang terbuang sia-sia hanya karena pikiran yang tak pernah berhenti selalu mengkhawatirkan masa depan. Kata Rasulullah SAW., kita harus berlindung dari rasa sedih dan khawatir. Karena kesedihan hadir dari penyesalan atas masa lalu. Sementara kekhawatiran hadir dari ketakutan akan masa depan yang belum tentu datang. “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan khawatir.” (HR. Bukhari).

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah rasa takut terhadap masa depan. Khawatir, ketika segala usaha tidak akan berhasil, atau hidup tidak akan sesuai harapan. Allah mengingatkan kita, “Siapa saja yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya hanya Allah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. 65:3).  

Ketika ditanya, mengapa tawakal, do’a, dan ikhtiar selalu berjalan beriringan dalam Islam? Mengapa tidak cukup hanya berdo’a sambil menunggu keajaiban datang dari langit? Karena Islam tidak mengajarkan kepasrahan buta. Islam mengajarkan tawakkal yang dibangun di atas ikhtiar atau kerja keras, kemudian dibarengi do’a yang tulus.

Kemudian, Islam mengajarkan kita untuk tidak terjebak dalam ketidakpastian masa depan, dan lupa menjalani hari ini, sekaligus tidak menjadikan hidup dalam bayang-bayang yang belum tentu terjadi. Pesan Rasulullah SAW., “Jika engkau berada di sore hari, jangan menunggu pagi. Dan jika berada di pagi hari, jangan menunggu sore.” (HR. Bukhari).

Islam tidak melarang terhadap kekhawatiran tentang masa depan. Tapi Islam memberi solusi dengan bekal tawakal, do’a, dan usaha nyata. Ketika semua itu dijalankan, maka ketenangan akan hadir, meski masa depan belum terlihat pasti. Sebab yang pasti, masa depan tetap dalam genggaman Allah. (QS. 15:21).

Para Salafus shaleh, adalah generasi terbaik umat ini. Mereka tidak pernah khawatir tentang masa depannya. Tapi yang mereka sangat-sangat khawatir ketika amalan mereka tidak diterima di sisi Allah, “Dan orang-orang yang memberikan (melakukan) apa yang telah mereka berikan (lakukan), dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka.” 
(QS. 23:60).

Fokus dengan apa yang ada di depan kita hari ini, dianalogikan dengan sebuah rumah. Meski dibangun dengan bahan-bahan material kelas super, desain arsitektur yang bagus, tapi ketika pekerjaan di akhirnya tidak tuntas, maka rumah tersebut tidak berkualitas bagus. Seperti pesan Rasulullah SAW., “Sesungguhnya Allah mencintai jika salah satu di antara kalian melakukan sebuah amalan (pekerjaan) lalu menuntaskannya.” (HR. Thabrari). 

Maka, fokuslah pada hari ini. Bangkitlah, bergeraklah, dan berikan yang terbaik pada setiap detik yang sedang Antum kerjakan. Sebab, hari ini adalah kesempatan. Hari ini adalah ladang amal. Hari ini adalah tempat di mana perubahan bisa dimulai. Jangan biarkan masa lalu mengekang langkahmu, dan jangan biarkan bayangan masa depan menghantui hatimu.

Hiduplah untuk hari ini. Curahkan semua energi untuk memperbaiki langkah, untuk menguatkan aqidah, untuk memperindah akhlak, untuk meluaskan ilmu, dan untuk mendulang pundi-pundi amal. Karena kelak akan nampak, jejak-jejak kebaikan setelah Antum tiada. 

Kesimpulan

Hari ini, bukan kesempatan untuk meratapi masa lalu, atau untuk mengkhawatirkan masa depan. Sebaliknya, menjadi kesempatan menyiapkan bekal untuk meninggalkan jejak-jejak kebaikan setelah tiada. 
Fastabiqul khairat …

Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 2 Jumadil Awwal 1447 H./24 Oktober 2025 M. Pukul 05.05 WIB.

#sekolahislamterbaik
#smartschool