CHOICE, CHANCE AND CHANGE

Article Image

_Bismillaah,_

       CHOICE, CHANCE AND CHANGE

Ada sebuah afirmasi yang berbunyi, ‘Kamu harus mengambil sebuah pilihan untuk mendapatkan peluang. Jika tidak, maka hidupmu tidak akan berubah.’  

Narasi di atas menasehati kita, untuk berani mengambil resiko dari pilihan _(choice)_ apapun yang kita ambil, agar peluang atau kesempatan _(chance)_ terbuka lebar di depan kita, untuk kemudian berkompetisi melakukan perubahan _(change)_ positif, dalam meraih kemajuan dan kebermanfaatan hidup kita.

Karena, apa yang terjadi pada pada diri kita hari ini adalah hasil dari pilihan-pilihan yang pernah kita ambil di masa lalu. Dan apa yang akan terjadi pada diri kita di masa depan adalah hasil pilihan-pilihan yang kita rencanakan hari ini. _“Today is yesterday and tomorrow is today,”_ demikian bunyi sebuah pepatah Asing.   

Seperti ketika kita melihat seorang penghafal Al-Qur’an yang sangat _mutqin_ (kuat) hafalannya. Ini menunjukkan bahwa betapa serius energi, waktu dan, _effort_ yang telah dia dedikasikan untuk bisa menjadi seorang penghafal Al-Qur’an. Akhirnya dia layak disebut sebagai _‘Hafidzul Qur’an.’_

Hidup ini adalah pilihan _(Life is choice)._ Di depan kita hanya ada dua pilihan, yaitu jalan iman atau jalan kufur. Kita dipersilahkan untuk memilih satu dari dua jalan tersebut, “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan).” (QS. 90:10). 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda, "Semua umatku masuk surga, kecuali yang tidak mau. Siapa yang tidak mau ya Rasulullah?. Siapa yang mentaatiku, maka masuk surga, dan siapa yang durhaka kepadaku, maka dia tidak mau masuk surga". (HR. Bukhari).

Hidup ini adalah peluang _(Life is chance)._ Setelah memilih, pasti akan ada peluang atau kesempatan selanjutnya. Dan peluang atau kesempatan yang pernah hadir, hampir tidak pernah terulang lagi. Kaum Salaf pernah berkata, “Jika dibukakan bagi seorang dari kalian pintu kebaikan, maka bersegeralah menuju kepadanya, karena sesungguhnya ia tidak tahu kapan ditutup pintu tersebut.”

Setiap ada peluang yang baik untuk diri sendiri, apalagi untuk kemaslahatan banyak orang, maka ambillah peluang itu. Seperti nasehat  Rasulullah SAW.,“Jika terjadi hari kiamat, sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas (biji), maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.” (HR. Bukhari dan Ahmad).

Hidup ini adalah perubahan _(Life is change)._ Setelah peluang ada di tangan, maka langkah berikutnya bagaimana kita memproduktifkan peluang itu untuk melakukan perubahan-perubahan positif dalam hidup ini. Setiap peluang yang ada bagi seorang Muslim, harus menjadi energi positif untuk melakukan perubahan menuju hidup yang berkemajuan dan mencerahkan diri, orang lain, dan sekitarnya.

Untuk meraih perubahan-perubahan positif dalam hidup ini, ingat pesan Rasulullah SAW., “Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia orang yang merugi. Dan siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang celaka.” (HR. Hakim).

Setelah kita mempunyai pilihan, Allah memberikan peluang terbuka untuk melakukan perubahan positif bagi setiap hamba-Nya. Allah tidak memaksa bagi setiap orang untuk selalu taat kepada-Nya, sebagaimana juga tidak menghalangi bagi setiap orang untuk bermaksiat kepada-Nya.

Lelah dalam ketaatan hanya sesaat, tetapi berbuah pahala yang kekal. Sementara nikmat dalam bergelimang kemaksiatan segera hilang. Sedangkan yang tersisa adalah catatan dosa. Dan dengan catatan dosa itu, sudah cukup menjadikan seseorang terlempar ke dalam panasnya api neraka dan kekal di dalamnya.

Allah sudah menjamin kehidupan yang baik _(hayatan thayyibah)_ kepada setiap hamba-Nya. Seperti tersebut dalam Al-Qur’an, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. 16:97).

Jaminan Allah itu diberikan kepada setiap hamba yang punya pilihan dalam hidupnya, memanfaatkan setiap peluang untuk melakukan amal-amal shaleh tanpa menanggalkan imannya, menuju perubahan-perubahan positif _(Choice, chance, and change)_ dalam menggapai ridha dan berkah-Nya, baik duniawi maupun ukhrawi.  

Kesimpulan 

Kehidupan yang baik seorang Muslim hanya bisa diraih dengan memiliki pilihan yang tepat, memanfaatkan peluang yang baik untuk melakukan perubahan-perubahan positif dalam hidup dan kehidupannya.   
_Fastabiqul khairat …_

Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 11 Rabi’ul Akhir 1447 H./3 Oktober 2025 M. Pukul 05.05 WIB.

#sekolahislamterbaik
#smartschool