Bismillaah,
CRIMES AGAINST HUMANITY
Pada tanggal 10 Desember 1948, PBB telah mendeklarasikan Hak-Hak Azasi Manusia (HAM), di Paris, untuk melindungi hak-hak dasar manusia di seluruh dunia.
Padahal jauh sebelum dekalarasi PPB tersebut, Islam sudah lebih dulu mendeklarasikannya, sejak 15 abad yang silam. Dalam Islam deklarasi tersebut sudah terhimpun dalam 'Dharuriyyatul Khams’ (5 hak dasar manusia).
Kelima hak dasar manusia yang menjadi fokus perhatian Islam sudah termaktub dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah. Kelimanya meliputi penjagaan terhadap agama (din), jiwa (nafs), keturunan (nasl), akal (‘aql), dan harta (mal).
Salah satu hak dasar manusia yang harus dijaga dan dilindungi adalah menjaga jiwa. Firman Allah, “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.” (QS. 17:33).
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW., bersabda, “Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan, yaitu syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang beriman.” (HR Bukhari dan Muslim).
Sebuah fakta menunjukkan, dalam kurun 1917-1991, Partai Komunis telah membantai 120 juta manusia di 76 negara. Sehingga rata-rata setiap tahunnya mereka membunuh 1,6 juta orang atau 4.500 dalam sehari, berdasar penelitian Courtois (2000) dan Chang & Halliday (2006).
Bahkan, menurut budayawan Taufiq Ismail, di Harian Republika, menjelang peringatan G 30 S/PKI pada tahun 2015 lalu, bahwa jumlah ini lebih banyak daripada korban Perang Dunia II ataupun wabah penyakit yang mematikan sekalipun. Biadab sekali !
Di Indonesia, sebuah pengkhianatan paling sadis yang dialami bangsa Indonesia, adalah Gerakan 30 September 1965/PKI atau G30S/PKI. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965, bertujuan ingin mengganti ideologi Negara yang sah dengan ideologi Partai Komunis Indonesia (PKI) la'natullah 'alaihim ajma'in.
Dan rakyat Indonesia telah merasakan pahitnya kekejaman PKI sejak tahun 1948 di Madiun, berupa penculikan, pembantaian, penyembelihan, intimidasi, dan pelecehan. Doktrinnya adalah berani memberontak terhadap penguasa dan menghalalkan segala cara.
Kemudian, bagaimana pandangan Islam terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) ini?
Pertama, Komunisme Mengingkari Allah
Orang komunis tidak percaya kepada Allah. Mereka mengatakan bahwa agama adalah candu masyarakat. Mereka juga mencaci Nabi Muhammad SAW. Bahkan, orang komunis lebih parah daripada kaum kafir Quraisy, yang masih mengakui Allah (QS. 23:84-89).
Kedua, Komunisme Merusak Generasi Muda
Orang komunis menelantarkan anak-anak mereka dengan beberapa doktrin, yaitu pendidikan komunisme yang menyesatkan, memindahkan anak-anak mereka dari satu negeri ke negeri untuk menanamkan keyakinan komunisme, mengiming-iming mereka dengan dunia, jabatan atau harta, serta menjauhkan mereka dari akhirat.
(QS. 15:3).
Ketiga, Komunisme Membantai Para Ulama
Orang komunis, ketika masuk ke suatu negeri, mereka membantai para ulama, karena mereka sangat faham, bahwa mereka tidak akan pernah bisa berkuasa di suatu negeri yang ada para ulama di dalamnya. Pembantaian PKI terhadap para ulama menjadi hal yang tidak pernah dilupakan oleh bangsa Indonesia. (QS. 4:93).
Keempat, Komunisme Rakus Harta
Orang komunis menipu rakyat, dengan mengatakan bahwa sesungguhnya semua harta adalah milik rakyat, tapi yang menikmati harta hanyalah Partai Komunis. Mereka menyamaratakan manusia dalam kemiskinan, ketakutan, dan kengerian, kecuali Partai Komunis Sosialis yang menjadi kasta tertinggi. (QS. 3:14).
Legacy apa untuk generasi kita? Kita wariskan kepada mereka sikap kritis dan berani melawan komunisme. Memang komunisme tidak identik dengan ateisme, tetapi hubungannya sangat kuat. Hari ini, banyak generasi kita yang memilih menjadi ateis di banyak negara Muslim. Maka, tanamkanlah sebuah firman Allah, “Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. 7:176).
Komunisme menjadi musuh nyata umat Islam, bahkan musuh peradaban manusia. Ketika faham ini dibiarkan hidup kembali, akan menghancurkan sendi-sendi peradaban manusia. Inilah satu-satunya bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan (Crimes against humanity).
Simpulan
Komunisme satu-satunya bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan. Tidak ada kompromi untuk hidup kembali di bumi Indonesia, sebagai negeri mayoritas Muslim terbesar.
Wallahu A’lam …
Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 4 Rabi’ul Akhir 1447 H./26 September 2025 M. Pukul 05.13 WIB.