FEAR OF GOD ALLAH

Article Image

Bismillaah,

                 FEAR OF GOD ALLAH

Dalam satu dekade lebih sampai saat ini, nampak tatanan hidup sosial, ekonomi, politik, dan hukum di negeri ini terasa kurang baik-baik saja.

Berawal dari penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) yang menyasar pada pelecehan konstitusi, tindak korupsi yang barbar, perampasan hak-hak rakyat, lebih menomorsatukan dinasti atau kelompoknya, dan seterusnya.

Siapa saja yang rakus pada kekuasaan akan menuai penyesalan pada hari kiamat. Di dunia orang seperti ini tidak akan menjalankan amanah dengan baik. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda,  “Nanti engkau akan begitu tamak pada kekuasaan. Namun kelak di hari kiamat, engkau akan benar-benar menyesal.” (HR. Bukhari).
     
Imam Nawawi memaknai hadits di atas, sebagai larangan meminta kepemimpinan dan memilih meninggalkan kekuasaan apabila tidak diberi atau karena tidak ada hal yang mendesak untuk itu. Sementara Imam Bukhari sendiri memaknainya sebagai larangan tamak pada kekuasaan.

Dari narasi tersebut, menegaskan betapa manusia seperti di atas tidak takut kepada Zat Yang Maha Mengawasi-nya setiap saat, tapi mereka lebih takut dan sangat bergantung kepada manusia dalam hidupnya. Allah mengingatkan, “Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.” (QS. 5:44). 

Di sisi lain, Allah sering menguji kita dengan berbagai tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti peristiwa gerhana bulan total (blood moon) beberapa hari yang lalu. Salah satu hikmahnya, untuk menjadikan manusia merasa takut akan azab-Nya. “Dan Kami tidak menurunkan tanda-tanda itu melainkan untuk menjadikan kalian takut.” (QS. 17:59).

Pernah di zaman Rasulullah SAW., terjadi gerhana matahari. Beliau nampak begitu takutnya, dan khawatir tiba-tiba terjadi  hari kiamat. Maka beliau berdiri menengadah ke langit, kemudian mengajak para isteri dan sahabatnya menuju masjid Nabawi untuk mendirikan shalat gerhana. “Ketika kalian menyaksikan peristiwa tersebut, maka berdo’alah, bertakbirlah, dirikanlah shalat, dan bersedekhlah.” (HR. Bukhari).

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW., bersabda, “Ada tiga hal yang akan menyelamatkan manusia di hari kiamat, salah satunya adalah rasa takut kepada Allah, baik dalam keadaan sunyi maupun terang-terangan.” (HR. Thabrani).

Rasa takut kepada Allah itu hadir ketika kita menyadari bahwa hidup ini memiliki akhir, ada Malaikat pencatat setiap gerak gerik kita, dan mengingatkan azab-Nya yang sangat pedih. Dalam hadits Qudsiy disebutkan, “Aku tidak akan menghimpun dua rasa takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba. Jika ia merasa takut kepada-Ku di dunia, maka Aku akan memberikannya rasa aman di hari kiamat. Jika ia merasa aman dari-Ku di dunia, maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di hari kiamat.” (HR. Ibnu Hibban).        

Ketika semakin besar rasa takut seorang hamba terhadap Rabb-nya, maka semakin sedikit kemaksiatan yang ia lakukan. Sebaliknya, ketika semakin sedikit atau tidak ada rasa takut terhadap Rabb-nya, maka akan semakin besar kemaksiatan yang akan ia lakukan.

Siapapun kita, coba tadabburi kisah Abu Hurairah RA., ketika sakit, ia menangis. “Aku menangis karena jauhnya perjalanan yang harus aku tempuh (setelah mati), sedangkan bekalku hanya sedikit. Aku telah sampai di ujung jalan yang akan menghantarkanku ke surga atau neraka, sedangkan aku tidak tahu di mana aku akan bertempat.”

Apa yang sedang terjadi hari ini? Alih-alih kita yang bukan siapa-siapa, tidak pernah merasa takut dengan azab Allah. Tapi seorang hamba Allah sekelas sahabat Abu Hurairah RA., beliau sangat cemas, khawatir, was-was, dan takut dengan azab-Nya kelak di hari kiamat.

Di negeri ini, tatanan hidup sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya, pertahanan, keamanan, dan seterusnya, akan lebih berkemajuan dan berkeadilan, ketika para elit penguasanya punya rasa takut kepada Allah, bukan sebaliknya.   

Maka, bukanlah seorang Muslim yang paling berkuasa, berkedudukan, bergelar, atau memiliki segalanya, yang paling merasa aman pada hari kiamat, tapi dialah yang paling merasa takut kepada Allah, baik dalam keadaan sendirian atau bersama-sama (Fear of God Allah individually or collectively).

Simpulan

Siapa, di mana, kapan, dan bagaimanapun keadaannya, ketika seseorang Muslim merasa takut kepada Allah di dunia, maka dia akan memperoleh rasa aman di hari kiamat.
Wallahu A’lam …
Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 20 Rabi’ul Akhir 1447 H./12 September 2025 M. Pukul 05.25 WIB.

#smartschool
#sekolahislamterbaik