HUMAN LIFE REPORT

Article Image

Bismillaah, 

               HUMAN LIFE REPORT

Setelah mengikuti proses pembelajaran dan penilaian di sekolah, setiap murid akan mendapatkan catatan kemajuan belajarnya, baik di tengah maupun akhir semester. 

Ketika mereka memiliki catatan kemajuan belajar yang baik, maka harus dilanjutkan dengan proses pengayaan (enrichment). Dan ketika sebaliknya, maka harus dilanjutkan dengan proses perbaikan (remedial). Hasilnya, baru kemudian disebut kompeten. 

Begitu pula halnya kehidupan kita. Setiap kita sedang mengikuti proses pembelajaran dari kehidupan ini. Dari hasil proses tersebut, kita juga akan mendapatkan catatan kemajuan belajar nanti di akhirat, berupa rapor kehidupan manusia (Human life report).

Kehidupan dunia adalah sebuah tempat ditulisnya seluruh amal perbuatan manusia. Catatan amal itu nanti akan diperlihatkan ketika di akhirat. Ada yang menerima rapor kebaikan melalui tangan kanannya. Dan pula yang menerima rapor keburukan melalui tangan kirinya.

Hal tersebut ditegaskan Allah, "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (orang-orang beriman) dengan bahagia. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya, maka dia akan berteriak, ‘Celakalah aku.’ Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. 84:7-12).        

Menurut para ahli tafsir, siapapun yang beriman kepada Allah dan beramal shaleh, akan menerima catatan amalnya (rapor kehidupan) melalui tangan kanannya, akan dihisab dengan mudah, dan dimasukkan surga dengan penuh bahagia. Sedangkan orang kafir, akan menerima catatan amalnya (rapor kehidupan) melalui tangan kirinya, akan dibangkitkan, dihisab, dan disiksa dalam neraka yang menyala-nyala.
 
Di sisi lain, seorang murid untuk menjadi kompeten (akademik, sikap, dan keterampilan), baik ketika proses pembelajaran maupun proses penilaian, dia harus mengikuti kurikulumnya, yang saat ini menggunakan Kurikulum Merdeka dengan metode Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).   

Sebuah kurikulum pastinya memiliki thariqah, metode atau pendekatan. Juga Al-Qur’an, sebagai kurikulum kehidupan seorang Muslim, memiliki hal tersebut. Dalam prosesnya, minimal ada tiga metode yang yang harus digunakan, seperti berikut ini.   

Pertama, Mindful (Kesadaran dalam Setiap Momen Kehidupan)
Thariqah ini menuntun kita untuk benar-benar sadar, bahwa setiap momen yang kita jalani, bukan sekadar menjalankan rutinitas. Seperti, ketika bekerja, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan diniatkan untuk ibadah, bukan sekadar menggugurkan tugas dan selesai, kemudian mendapat kompensasi. 

Kedua, Meaningful (Kebermaknaan dalam Setiap Momen Kehidupan) 
Metode ini membimbing kita untuk menemukan makna, bahwa semua tindakan kita memiliki konsekuensi dan memberikan makna, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Seperti seorang guru yang mengajar dengan hatinya, bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi menginspirasi dan membantu untuk mendesain masa depan muridnya.

Ketiga, Joyful (Kebahagiaan dalam Setiap Momen Kehidupan)
Pendekatan ini menunjukkan kita bahwa kebahagiaan bukan karena berlimpah harta, jabatan, status sosial, atau prestasi. Setiap guru harus meyakinkan muridnya, bahwa setiap kebahagiaan itu datang dari ketenangan hati, keberkahan hidup, dan kedekatan dengan Allah. Kebahagiaan berawal dari syukur, sabar, qana’ah, dan tawakal. 

Maka, untuk menjadi seorang Muslim yang ‘kompeten’ (‘aqidah, syari’ah, mu’amalah) harus mengikuti kurikulumnya, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Al-Qur’an sebagai pedoman utama hidup manusia, diturunkan pada malam yang mulia, di tempat yang mulia, melalui malaikat yang termulia, disampaikan kepada manusia yang paling mulia, untuk setiap kehidupan manusia menjadi mulia pula. 
(QS. 97:1-5).

Setelah selesai mengikuti proses pembelajaran di dunia, tibalah saatnya hari Wisuda yang dinanti-nanti. Inilah yang disebut dengan Yaumul Makhsyar, waktu dan tempat berkumpulnya seluruh manusia setelah dibangkitkan dari kematian pada hari kiamat untuk menunggu hisab (perhitungan amal) dari Allah. Ketika itu, mulut dikunci, sementara tangan dan kaki mereka memberi kesaksiannya dengan jujur. (QS. 36:65). 

Ketika di Padang Makhsyar, semua catatan amal (rapor kehidupan) setiap manusia dibuka dan diperlihatkan satu persatu dengan teliti, cermat, dan cepat. Kemudian dikatakan kepada mereka, “Bacalah kitabmu (catatan amalmu), cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghisab amalmu.” 
(QS. 17:13-14). 

Simpulan

Di dunia ini, kita sedang mengikuti proses pembelajaran tentang kehidupan, yang hasilnya mungkin kita akan terima melalui tangan kanan, atau tangan kiri.   

Di akhirat nanti, kita akan diwisuda untuk diperlihatkan catatan amal (rapor kehidupan) kita, di mana kita sendiri sebagai penghisab amal.   
Wallahul Musta’an …

Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 29 Muharram 1447 H./25 Juli 2025 M. Pukul 05.25 WIB.

#smartschool