THINK OUT OF THE BOX

Article Image

Bismillaah,

THINK OUT OF THE BOX 

Salah satu cara mengamalkan nilai-nilai (values) Syawal adalah dengan meningkatkan kualitas diri sebagai hamba Allah, baik pikiran, lisan maupun perbuatan. 

Khususnya dalam berpikir, Think out of the box adalah cara berpikir di luar kebiasaan. Cara berpikir ini cukup unik, karena harus keluar dari pola-pola yang biasa, pemikiran monoton yang ‘itu itu saja.’ Berpikir yang orang-orang lain belum memikirkannya. 

Untuk bisa berpikir di luar kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Satu hal yang harus dilakukan adalah keluar dari zona nyaman. Zona yang tidak menuntut kita untuk berpikir lebih dari biasanya. Hal ini bertujuan untuk menjadikan kita hidup lebih bermakna, berkembang dan berkemajuan. 

Allah SWT. telah membuka jalan-jalan-Nya untuk kita mau dan bisa berpikir di luar kebiasaan. Seperti firman Allah, “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan bathin.” (QS. 31:20).

Bumi dan seisinya yang ditundukkan Allah untuk kepentingan kita, bukan hanya kita harus bisa menundukkan masalah-masalah besar yang dihadapi negeri ini, tetapi kita juga harus bisa mengeksplorasi peluang-peluang besarnya yang ada. Dan yang diperlukan saat ini untuk menjadi bangsa yang besar adalah kembali dengan sungguh-sungguh mengikuti jalan-Nya. (QS. 29:69).

Kisah Panglima Perang Islam, Khalid bin Walid yang dijuluki sebagai pedang Allah, telah membuktikan cara berpikir di luar kebiasaan (think out of the box). Dalam Perang Mu’tah, pasukan kaum Muslimin yang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, Ja'far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah, mereka telah syahid di jalan-Nya secara berturut-turut.
   
Dalam situasi kritis tersebut, tampillah Khalid bin Walid sebagai Panglima Perang. Strateginya dengan merubah posisi pasukan. Mereka yang sebelumnya berada di sayap kanan, ditukar ke sayap kiri. Begitu pun yang berada di garda depan ditukar ke belakang. Beberapa pasukan lain ditugaskan berkuda di belakang dalam rombongan kecil secara sambung menyambung. 

Hasilnya, strategi ini berhasil mengecoh lawan.  Mereka mengira bahwa pasukan Muslimin mendapat tambahan pasukan baru. Melihat situasi ini, akhirnya mental mereka jatuh. Ketika itulah, pasukan Muslimin berhasil memukul balik tentara Heraklius. Karena strategi jitunya, Khalid bin Walid dijuluki satu-satunya panglima perang yang tak terkalahkan. 

Di sisi lain, dalam dunia pendidikan, pada 5 Desember 2023, telah diumumukan bahwa Indonesia berada pada peringkat ke-69 dari 80 negara dalam penilaian Program for International Student Assessment (PISA), dengan skor matematika (379), sains (398), dan membaca (371). Peringkat ini menunjukkan bahwa mutu pendidikan Indonesia masih jauh tertinggal dengan standar internasional. 

Untuk memperbaiki mutu pendidikan kita, harus dilakukan lompatan berpikir di luar kebiasaan. Rasulullah SAW., tidak pernah melarang kita melakukan cara-cara tersebut, selama dalam perkara-perkara yang dibenarkan oleh syariat. Seperti sabdanya, “Kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian.” 
(HR. Muslim).

Berikut ini cara untuk berpikir di luar kebiasaan yang menghasilkan lompatan kreasi dan inovasi. 

Pertama, Keluar dari Zona Nyaman
Pikiran kreatif dan inovatif seringkali muncul ketika kita dihadapi ketidakpastian dan tantangan. Maka harus siap menghadapi situasi yang tidak nyaman tersebut (QS. 13:11).

Kedua, Jangan Takut Gagal
Kegagalan adalah bagian alami dari proses kreatif. Ketika gagal, jadikan sebagai peluang untuk terus belajar. Karena kegagalan adalah langkah menuju kesuksesan berikutnya 
(QS. 94:5-6).

Ketiga, Banyak Bertanya 
Selalu bertanya tentang banyak hal. Jangan anggap sesuatu sebagai fakta yang tak terbantahkan. Banyak bertanya dapat membuka diri untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda 
(QS. 16:43).

Keempat, Berkolaborasi dengan Orang Lain
Berkolaborasi dengan orang lain adalah cara yang sangat baik untuk merangsang pikiran kreatif. Jangan ragu untuk berbagi ide dan pikiran kepada teman, kolega atau anggota keluarga (QS. 5:2).

Juga berpikir out of the box dalam mendidik anak-anak kita, menjadi pilihan yang tepat di zaman penuh yang kompetisi ini. Kata Ali bin Abi Thalib, mereka akan hidup bukan pada zaman kita hidup (Educate your children for a time not yours).

Simpulan

Dalam urusan dunia, kita diperintahkan untuk mengembangkan pikiran di luar kebiasaan, sepanjang dalam perkara-perkara yang dibenarkan oleh syariat.

Meningkatkan kualitas diri untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif yang bermakna, menjadi ciri orang-orang yang berakal.  
Wallahul Musta’an …

Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 12 Syawwal 1446 H./11 April 2025 M. Pukul 05.20 WIB.