_Bismillaah,_
THANK GOD IT’S FRIDAY
Ada tiga hari yang ‘diistimewakan’ oleh masing-masing umat. Seperti, Jum’at untuk umat Islam, Sabtu untuk kaum Yahudi dan Ahad (Minggu) untuk umat Nasrani.
Hal tersebut bersumber dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Hari Jum’at adalah hari kita, dan esoknya hari Yahudi, dan setelah besok adalah hari Nasrani.”
(HR. Muslim).
Kekinian, kita sering mendengar istilah _‘Thank God It’s Friday,’_ yang artinya kurang lebih, ‘Syukurlah hari ini sudah hari Jum’at,’ atau ‘Terima kasih Ya Allah hari ini sudah masuk hari Jum’at.’
Bagi umat Islam, kehadiran hari Jum’at dalam setiap pekan menjadi hal yang ditunggu-tunggu, karena banyak keistimewaan di dalamnya. Sampai secara khusus, Allah menamakan salah satu surat-Nya dalam Al-Qur’an dengan nama surat Al-Jumu’ah, yang tersebut dalam QS. 62:9.
Berbeda sekali dengan di Amerika dan Negara maju lainnya. Bagi mereka, hari Jumat merupakan hari yang spesial, karena di hari tersebut waktunya bagi karyawan gajian. Ini berlaku hampir untuk semua profesi pekerjaan, mulai dari cleaning service, penjaga toko, pegawai kantor, sampai profesor di Universitas.
Jadi, dalam sebulan mereka mendapatkan 4 kali gajian yang diterima setiap hari Jum’at. Lain halnya di Indonesia, hari gajian ditentukan oleh perusahaan atau instansi masing-masing, yang biasanya dibayarkan pada setiap akhir bulan atau awal bulan.
Di sisi lain, Islam memandang semua hari dalam sepekan adalah baik. Meski ada satu hari yang disebut sebagai penghulunya hari, yaitu hari Jum’at. Sabda Nabi, "Penghulu hari _(sayyidul ayyam)_ adalah hari Jumat, dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah, bahkan lebih agung bagi Allah daripada hari Raya Fitri dan Adha.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Kemudian, mengapa hari keenam dalam kalender Islam tidak disebut hari _Sittah,_ tapi hari Jum’at? Berbeda dengan hari pertama sampai kelima _(Ahad, Itsnain, Tsulatsa’, Arbi’a, Khamis),_ yang sama persis dengan penyebutan bilangannya. Jawabannya, ternyata sangat sarat filosofi, nilai, edukasi dan dimensi tauhidnya. Sebagaimana Nabi pernah bersabda, ”Tidaklah matahari terbit dan tenggelam pada suatu hari yang lebih utama dari hari Jum’at.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaqi).
Juga seperti hari pertama disebut dengan Ahad (maaf bukan Minggu). Kata Ahad ini mengandung makna bahwa dinamika kehidupan seorang Muslim dalam sepekan harus dimulai dari komitmen bertauhid. Dengan bertauhid, akan menjadi sumber energi yang dahsyat, menjadi penggerak sekaligus pemberi orientasi yang benar dalam menjalani kehidupan ini.
Pastinya, setiap Muslim sangat bersyukur, karena dipertemukan kembali dengan hari istimewa dalam setiap pekan, yang sarat dengan nilai-nilai keberkahan di dalamnya, seperti berikut ini.
_Pertama_ nilai ketaatan. Menjadi momen kesediaan dan kesadaran akan pentingnya memenuhi panggilan Allah untuk beribadah secara berjamaah
(QS. 62:9).
_Kedua,_ nilai _dzikrullah._ Menjadi momen untuk bersegera mengingat Allah dengan tulus dan fokus _(tawajjuh)_ kepada Zat Pengatur Kehidupan ini
(QS. 13:28).
_Ketiga_ momen menomorsatukan panggilan Allah dan menomorduakan urusan dunia. Karena kecenderungan manusia lebih mencintai dunianya
(QS. 89:20).
_Keempat,_ bukan momen hari libur. Karena perintah memenuhi panggilan shalat Jum’at, dilanjutkan dengan perintah bertebaran di muka bumi selasai shalat (QS. 62:10).
_Kelima,_ nilai empati. Menjadi momen untuk saling menunjukkan solidaritas sosial, dengan mempraktekkan ajaran keadilan dan spirit berbuat kebajikan (QS. 16:90).
Terima kasih Ya Allah, Engkau telah pertemukan hari Jum’at, seperti hari ini. Sebaiknya, kerjakan berbagai amalan sunnah yang dicontohkan, seperti membaca surat Al-Kahfi, memperbanyak shalawat atas Nabi, bersedekah, mandi sebelum Jum’at, memotong kuku, memakai wangian non-alkohol dan hadir lebih awal di masjid.
Kami bersyukur Ya Allah, Engkau telah hadirkan hari Jum’at, seperti hari ini.
Engkau istimewakan hari Jum’at sama dengan bulan Ramadhan. Diciptakan Adam, dimasukkannya ke surga dan juga dikeluarkan darinya serta akan diakhiri kehidupan fana ini dengan kiamat pada hari Jumat juga.
Simpulan
Tiada hari yang sangat diistimewakan kehadirannya oleh setiap Muslim, selain hari Jum’at. Siapapun yang beribadah padanya, akan diberkahi Allah hidupnya kelak.
_Fastabiqul khairat …_
Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 13 Jumadil Ula 1446 H./15 Nopember 2024 M. Pukul 04.50 WIB.