Bismillah,
QURANIC HEALING
Ketika rasa sedih, kecewa, khawatir, takut, marah, galau, putus asa menghinggapi hidup seorang Muslim, maka Al-Qur’an lah obat terbaiknya (Quranic healing).
Do’a yang dipanjatkan ketika itu, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa ragu dan sedih, dari rasa lemah dan malas, dari rasa takut dan pelit, dari kondisi terlilit hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”
Ada do’a lain dari Anas bin Malik, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, keburukan ketika tua dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, bencana kehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat 9 ayat yang berkaitan dengan penyembuhan penyakit di atas, yaitu dalam Surat Yusuf ayat 86, Al-Isra’ ayat 84, Maryam ayat 24-25, Al-Qashash ayat 16-17, Az-Zariyat ayat 50, Az-Zariyat ayat 56, Al-Baqarah ayat 153, Al-Baqarah ayat 155 dan Al-Hujurat ayat 12.
Penyembuhan (Syifa’) yang ditawarkan Allah lewat ayat-ayat-Nya di atas terhadap penyakit yang sering menjangkiti seseorang adalah untuk penyakit luka bathin, yang akrab disebut dengan Self Healing, yaitu penyembuhan lewat diri sendiri
Karena banyak orang yang mencari penyembuhan untuk penyakit tersebut selain dari Al-Qur’an. Padahal Self Healing yang terbaik ada di dalam Al-Qur’an. Karena Self healing adalah metode penyembuhan penyakit bukan dengan obat, melainkan dengan mengeluarkan perasaan dan emosi yang terpendam dalam tubuh.
Kemudian, apa tanda-tandanya kita butuh self healing?. Ketika kita sulit konsentrasi, malas beribadah, emosi mudah terpantik, lelah tanpa aktivitas berarti dan secara terus menerus merasakan kurang mood untuk berinteraksi dengan orang lain, maka dalam kondisi itulah kita perlu self healing.
Setiap kita tidak pernah bisa mengatur suasana hati kita agar setiap saat selalu merasa riang, ceria, senang, gembira dan bahagia. Karena sesungguhnya memiliki rasa sedih, kecewa, khawatir, takut, marah, galau dan putus asa, semuanya merupakan sifat manusiawi (Sunnatullah) yang diberikan oleh Allah SWT.
Sosok seorang Nabi pun pernah mengalami kesedihan dan ketakutan. Seperti kisah Nabi Ya’qub yang kehilangan anak tercintanya yang bernama Yusuf. Kisah tersebut menggambarkan suasana hati Nabi Ya’kub ketika sedang diliputi kesedihan mendalam (QS. 12:84).
Hikmah di balik kisah Nabi Ya’qub adalah bahwa suasana hati manusia merupakan keadaan emosi yang tidak dapat ditolak kehadirannya. Hanya bekal keimanan dan dzikrullah, yang menjadi solusi dari kondisi emosi yang sedang dirasakan, untuk kemudian akhirnya menghadirkan ketenangn jiwa (QS. 13:28).
Ayat di atas menegaskan bahwa apapun yang Antum jalani dalam self healing, kembalilah kepada Allah dengan dzikrullah Karena hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tentram, tenang, tidak takut atau gelisah. Cara inilah yang sangat syar’i, sederhana dan tanpa mengeluarkan banyak materi.
Kekinian, istilah self healing sering dikaitkan dengan sebuah proses menghindari stres dan tekanan. Pelampiasannya bisa bermacam-macam, seperti berbelanja, berwisata, bercengkrama dengan teman, atau mungkin menghabiskan waktu sendirian.
Rasulullah SAW. ketika emosinya tidak dalam keadaan baik-baik saja, beliau pernah menyendiri ('Uzlah) di Gua Hira, melaksanakan shalat, dzikir, do’a, tadabbur dan tafakkur akan kebesaran Allah di dunia ini. Di bawah ini beberapa tuntunan Al-Qur’an untuk melakukan Self Healing.
Pertama, Berdzikir
dengan menyebut, mengingat dan mengucapkan nama-nama Allah akan membuat hati lebih tenteram dan tenang (QS. 13:28).
Kedua Shalat
mendirikan shalat menjadi cara yang syar’i untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan Allah, dampaknya hati menjadi lebih tenang (QS. 20:14).
Ketiga, Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kumpulan kalam Allah yang berisi banyak tuntunan hidup manusia. Di dalamnya, dapat ditemukan jawaban dari masalah yang sedang dihadapi (QS. 7:52).
Keempat Bertafakur dan Bermuhasabah
tafakur artinya memikirkan ataupun merenungkan. Sedangkan muhasabah artinya mengintropeksi diri, keduanya menjadi media dalam memperbaiki dan menyucikan hati (QS. 3:191).
Simpulan
Penyembuhan penyakit bathin dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an (Quranic Healing) adalah cara yang sangat syar’i dan tidak mengabaikan pengobatan modern.
Penyembuhan diri sendiri (Self Healing) dari luka bathin dengan Al-Qur’an menjadi obat terbaik bagi orang yang beriman, menenangkan hati, tidak berefek samping, tidak berbayar dan selalu tersedia kapan, di mana dan dalam kondisi apapun.
Wallahul musta’an …
Kranggan Permai, Jum’at Penuh Berkah, 16 Muharram 1444 H./4 Agustus 2023 M. Pukul 05.21 WIB.